PENYULUHAN ZAT ADIKTIF PADA MAKANAN DAN DAGUSIBU OBAT DI DESA BATU AMPA, KOTO TANGAH 50 KOTO

  • Elidahanum Husni Universitas Andalas
  • Septia Chandra Kessi Universitas Andalas
Keywords: Koto Tangah, industri, kesehatan, zat adiktif, dagusibu

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk pengaplikasian ilmu mahasiswa yang telah didapatkan saat kuliah dan menggali potensi diri dalam bermasyarakat serta memecahkan suatu masalah yang terjadi di dalam masyarakat, terutama dibidang kesehatan. Metoda yang digunakan adalah survey dan observasi langsung kelapangan. Berdasarkan survey yang telah dilaksanakan terlebih dahulu, nagari Koto Tangah terdiri dari 6 jorong dengan potensi yang bermacam-macam. Di Jorong Koto Tangah, tambun ijuak dan seberang parit, dan batu tanyuah masyarakatnya lebih banyak bertani dan bekerja disawah, hal ini juga tergambar dari pemandangan daerahnya yang dipenuhi dengan pematang sawah. Jorong Piladang termasuk jorong yang sangat maju dan terluas dibandingkan jorong lainnya, masyarakat di jorong ini banyak yang mempunyai usaha perternakan ayam dan juga sebagai pedagang. Jorong Sungai Cubadak merupakan jorong yang menjadi pusat perhatian saya, karena setiap rumah di jorong ini, mempunyai aktifitas yang sama yakni mempunyai usaha membuat kerupuk dan menjadi pemasok kerupuk ke berbagai daerah, seperti ke Bukittinggi, Payakumbuh dan sekitarnya. Namun, disamping itu masyarakat seringkali tidak menyadari pentingnya kesehatan dan kebersihan. Masyarakat sangat terlena oleh pekerjaan atau kesibukkannya sehari-hari. Sehingga, saya sebagai mahasiswa dari jurusan farmasi yang bergerak dibidang kesehatan merasa bertanggung jawab untuk menyampaikan dan memberitahu informasi kesehatan kepada masyarakat. Dari kegiatan yang telah dilaksanakan di nagari Koto Tangah, terlihat adanya warna-warna mencolok pada kerupuk hasil industri rumah tangga yang terkadang hanya dibiarkan saja tergeletak dijemur dijalanan yang penuh polusi. Oleh karena itu saya mempunyai program pengenalan zat tambahan berbahaya pada makanan (zat adiktif). Selanjutnya memberikan pengetahuan mengenai “Dagusibu” (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang), agar masyarakat paham mengenai cara pengelolaan obat yang baik dan benar.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2018-09-28
Section
Articles